Jangan Tanya Skripsiku - Catatan Sang Bidikmisi Ke-32

Skripsi Oh.. Skripsi….
S-eorang mahasiswa yang mencari gelar sarjana
K-uliah beberapa tahun dilaluinya
R-asa-rasanya gelar sudah menunggu didepan mata
I-ngin segera menyelesaikan belajarnya
P-ekerjaan hebat sangat diimpikannya
S-elesai nanti ketika ia usai diwisuda
I-tulah gambaran kala ia menggenggam erat berkas skripsinya yang belum kelar juga.

Skripsi adalah suatu kegiatan belajar akhir bagi seorang mahasiswa untuk bisa lulus kuliahnya. Beberapa semester dilalui dengan susah payah dan suka duka kini tinggal skripsi yang harus diselesaikan. Skripsi, banyak mahasiswa yang sangat ketakutan dibuatnya. Tapi juga banyak mahasiswa yang menunggu-nunggunya. Skripsi, beban belajar yang terdiri dari 6 SKS itu kalau diukur dari jumlah SKS-nya kelihatan itu Cuma sedikit. Bayangkan jika dibandingkan dengan kuliah biasanya yang standar berjumlah 22 SKS. Hampir seperempatnya sendiri. Tapi apa daya kenapa banyak Skripsi yang malah membuat mahasiswa kuliahnya jadi lama bahkan bertahun-tahun.


Semua mahasiswa inginnya sih lulus tepat waktu, 8 semester lulus dapat gelar sarjana. Malahan banyak juga yang 7 semester sudah lulus, karena cepat mengerjakan skripsinya. Terus kenapa banyak juga yang kuliahnyanlama, terkhusus kala mengerjakan skripsi kok malah jadi lama padahal Cuma enam SKS. Eittss tunggu dulu, memang jumlah SKSnya itu sedikit, Cuma 6. Tapi perjuangan dan kegiatannya itu yang bikin lama, hingga dalam kurikulum jatah 1 semester memang terkhususkan untuk skripsi.

Ini dari pengamatanku saja, mungkin beda dengan yang lainnya. Beda dengan yang lain fakultas denganku, apalagi yang beda universitas. Pertama, dari pengajuan topik skripsi. Banyak dari temenku yang sampai 1 bulan lebih baru bisa di ACC itu topiknya, atau disetujui oleh verifikator penyutujuan topik. Bahkan pada tahap awal inilah banyak mahasiswa yang malah menyerah dan jadi males lagi kekampus. Mereka jadi milih untuk mudik kekampung atau hanya tidur-tiduran dikos. Tapi banyak juga yang sekali dua kali ngajuin langsung deh disetujui. Kuncinya dalam tahap ini, “Jangan Pernah Menyerah”. Tapi gak cukup itu saja karena perlu mengajukan topic yang bagus serta didukung data dan teori yang kuat. Ya observasi perlu dilakukan lah sebelumnya. Dan yang penting juga jangan sampai melenceng dari jurusan dan prodi yang ditekuni selama ini. Dan yang utama, harus menurut apa yang disaranin oleh verifikator.

Kedua, setelah disetujui. Tantangan yang kedua yang dihadapi adalah dosen pembimbing yang telah ditujuk oleh pihak jurusan. Disini banyak sekali mahasiswa yang berharap tidak mendapat dosen pembimbing yang sulit, mereka selalu mendambakan dosen-dosen yang mudah. Ya sebenarnya dosen-dosen itu tergantung persepsi kita saja lah. Bagiku ya aku anggap semuanya pasti mudah, yang penting kita usaha. Saat sudah dapat dosen pembimbing, masih harus bergelut dengan yang namanya JUDUL SKRIPSI. Ini juga ternyata gak butuh waktu 1 menit terus disetujui. Hemmm lagi-lagi akan ditanyai teori-teori dan data-data yang mendukung. Okee pokoknya tetap semangat, biar cepet di setujui

Ketiga, inilah yang menurutku sangat membuat mahasiswa banyak yang malas karenanya. Yaitu menunggu bimbingan, kenapa tidak ???. saat menunggu bimbingan ini banyak dari mahasiswa yang dating dari pagi demi bisa bimbingan ehhh malah sang dosen tidak ada. Atau kalu ada eh malah lagi gak bisa bimbing. Hehehe disini perlulah kesadaran dari mahasiswa juga sebenarnya, karena dosen itu juga punya urusan lain dalam pekerjaannya. Bahkan 1 minggu menunggu diruangan dosen kadang-kadang juga gak bisa ketemu, eh malah kala gak ditunggu sang dosen datang. Hem… memang jadi mahasiswa harus sangatlah sabar, biar bisa cepet tuh skripsinya.

Keempat, pengurusan perizinan itu juga butuh waktu gak Cuma sehari. Perizinan di birokrasi kampus butuh waktu semingguan. Tapi kadang juga lebih, kadang suratnya hilang lah, kadang salah lah, kadang juga gak tahu kemana. Tapi juga kadang beberapa hari sudah jadi. Ya ditahap ini sambil menunggu surat perizinan jadi mungkin bisa edit-edit itu skripsi, walau Cuma ngedit beberapa kata. Hehehe. Selanjutnya perizinan di lokasi penelitian. Jika lokasinya mudah dan welcome, ya semuanya jadi cepat dan lancar. Tapiii, kalau lokasi penelitiannya sudah merespon negatif. Wah bisa jadi lama itu surat-surat saja. Jadi pastikan memilih lokasi penelitian yang mudah.

Selanjutnya kelima kala penelitian, ini juga butuh waktu. Seperti tadi dibilang, jika lokasi penelitiannya sudah mudah maka bakalan mudah. Jika sulit ya bakalan sulit. 

Ya aku juga baru dalam tahap pengerjaan skripsi, jadi Cuma itu yang aku tahu. Doanya saja semoga skripsiku bisa berjalan lancar dan mudah serta bermanfaat, begitu juga teman-temanku. Didalam usaha yang keras jangan lupa selalu panjatkan Doa pada Allah. Karena Dialah Dzat yang mengeti segalanya dan yang memberikan berbagai kemudahan. Okee, sukses semua buatku dan buat temen-temnku serta semanya yang lagi ngerjain skripsi. Semangat.

0 Response to "Jangan Tanya Skripsiku - Catatan Sang Bidikmisi Ke-32"

BERLANGGANAN GRATIS VIA EMAIL

Dapatkan Artikel Terbaru Dari Blog Mas Agus JP Melalui Email Anda.