MENCUCI LAYANG-LAYANG

MENCUCI LAYANG-LAYANG
Edisi Masa Kecil

Terik panas matahari tak menghalangiku tuk berlari-lari dijalan-jalan maupun ditengah lapangan desaku, begitupun juga teman-teman masa kecilku. Sepulang sekolah dengan membawa layang-layang untuk bisa diterbangkan. Saat itu aku masih kecil, teringat kala itu begitu terasa susah sekali menerbangkannya. Berlarian menariknya kesana kemari, tak jarang jika dijalan raya sering dimarahi karena membahayakan pengendara maupun pengguna jalan lain. Namanya anak kecil ya tetap bandel dengan terus-terusan bermain layang-layang itu. Kulihat teman-temanku laying-layang miliknya sudah bisa terbang dilangit dengan hebatnya. Sedangkan punyaku masih dalam genggaman tak juga terbang dilangit. Sebentar saja terbang dilangit malah berputar-putar gak jelas dan turun lagi. Hingga karena kelelahan aku pun berniat pulang kerumah karena sudah capek.


Jalan dengan begitu riang walau layang-layang punyaku tak bisa terbang cukup lama dengan
tenang tadinya. Seorang dewasa tiba-tiba menyapaku. Menanyakan kenapa dengan layang-layangku itu. Aku bilang bahwa layang-layangku tak bisa terbang dengan tenang dan bagus. Orang dewasa itu memberi saran kepadaku dan aku pun mendengarkannya dengan baik. “Kalau ingin layang-layang milikmu bisa terbang dengan tenang dan bagus nanti kamu cuci dulu layang-layang itu dengan sabun cuci. Pasti nanti setelah dicuci layang-layang itu bakalan terbang dengan bagus dan tenang” kata orang itu. Aku pun mengiyakan sarannya itu, aku gak tahu dan geak memikirkan apakah orang dewasa itu bercanda atau serius. Pikirku hanya mereka itu sudah berpengalaman maka tak salah juga bila aku mencobanya.
Sesampainya dirumah aku pun menuju kamar mandi dengan membawa layang-layangku. Seseuai sarannya tadi aku pun mulai mngguyur layang-layangku, setelah itu aku taburi dengan sabun cuci. Supaya bisa bersih maka aku pun coba menggosoknya. Sialnya tak aku duga karena layang-layangku terbuat dari kertas maka otomatis saat basah dan aku gosok maka tiba-tiba robek dah layang-layangku itu. Duh kenapa bisa begini jadinya, pikirku sementara aku kurang hati-hati. Aku gosok lagi malah tambah parah robeknya, jadinya malah robek-robek semua. Setelah kondisinya seperti itu aku jadi sadar. Wah jangan-jangan orang dewasa itu hanya bergurau tadi atau jangan-jangan ingin mengerjai anak kecil pikirku. Ya saat sudah sadarseperti itu aku jadi merasa bodoh, kenapa bisa aku turuti perkataanya. Ditanganku sekarang hanyalah layang-layang yang sudah sobek-sobek dan juga basah.

Kejadian itu memang lucu sekali jika aku bayangkan, tapi juga ternyata memberikan pelajaran yang besar bagiku kedepannya. Kita jadi orang jangan mudah percaya dengan perkataan orang lain dengan secepatnya. Kita harus berfikir dengan jernih dengan hati dan fikiran. Walaupun yang berkata itu adalah orang yang terlihat dapat dipercaya. Karena belum tentu manusia itu selalu mengatakan kebenaran atau kebaikan. Baginya mungkin hal itu baik dan benar, tapi mungkin bagimu dan bagi orang lain itu suatu yang salah dan buruk. Selain itu kita perlu jadi orang jangan terlalu suka bergurau dalam hal yang teramat penting. Bahayanya jika gurauan kita itu dikira sesorang adalah suatu yang serius atau bukan candaan. Ya jadinya sepertiku yang sampai-sampai kok mau mencuci sebuah kertas. Sekarang jadi orang jangan asal jadi pengikut buta, ntah itu mengikuti aturan atau pendapat ataupun golongan. Kita dibekali akal dan hati dari Allah SWT untuk mempelajari banyak hal. Didunia dengan perubahan zaman yang seperti ini tak perlu hanya dengan satu sudut pandang kita melihat, karena informasi-informasi yang ada telah tersebar dan tersiar dari banyak sudut. Jika hanya satu sudut kita melihat maka ribuan sudut akan terlihat salah dan tidak kita ketahui karena kita tak mau mempelajari maupun memahaminya.

0 Response to "MENCUCI LAYANG-LAYANG"

BERLANGGANAN GRATIS VIA EMAIL

Dapatkan Artikel Terbaru Dari Blog Mas Agus JP Melalui Email Anda.